Kisahtentang salah satu karomah Habib Alwi Bin Ahmad Bahsin, beliau adalah seorang wali Allah pada zaman itu. Beliau mendapatkan kemuliaan dari Allah dengan KaromahHabib Ja'far AlKaff (Kudus - Jateng) "Beliau Habib Ja'far adalah WALI JADZAB, beliau pernah menginap di rumah istri saya selama 8 bulan, dan memang kelihatannya beliau gak pernah Habib Ja'far dan orang-orang kampung mengetahui dan mereka menghina Habib Ja'far Al-Kaff" orang NU kok gitu ya, gitu kok di bilang WALI ALLAH" Mungkin karena M Rikza Chamami Salah satu karomah Habib Ja'far Shodiq bin Muhammad bin Hamid Al Kaff adalah sering kali bertemu dengan Rasulullah Muhammad Saw. Yang paling sering yakni setiap acara Maulid Nabi berlangsung, Habib Ja'far menyaksikan Rasulullah ikut hadir menemani acara tersebut. Fast Money. Surabaya, NU Online Jatim Air mata masih terasa membasahi pipi keluarga besar Nahdlatul Ulama NU. Berita wafatnya, Habib Ja'far pada Jumat 01/01/2021 cukup menyita perhatian umat karena informasi yang sempat simpang siur. Tentunya, dari warga NU sendiri sangat kehilangan sosok yang dikenal sebagai wali majdub tersebut. Membicarakan perihal waliyullah, salah satu sahabat almarhum Habib Ja'far, Habib Umar Muthohar mengungkapkan bagaimana kewalian almarhum. "Seandainya diceritakan kisah-kisah Habib Ja'far, mungkin jika buku-buku disusun satu ranjang penuh sesak. Memang terkadang sedikit tidak masuk akal, tapi saya mengalaminya sendiri," katanya. Habib Umar mengaku memiliki kedekatan sejak tahun 1970 dengan almarhum, yang bermula saat ia mendapat undangan untuk mengisi pengajian. "Jadi saya mau mengisi pengajian yang kebetulan mulainya jam 10 pagi saat itu. Karena saya terbiasa tidur shubuh, otomatis ketika nanti saya tidur, khawatir saya terlambat datang ke pengajian tersebut. Akhirnya saya nemilih untuk melek dan tidak tidur," paparnya. Habib Umar mengimbuhkan bahwa ia menuju rumah Habib Ja'far pada pagi harinya sekitar pukul 7 pagi. Hal ini dilakukan tak lain agar Habib Umar tidak merasa ngantuk. Sesampainya di rumah Habib Ja'far, ulama yang merupakah Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah tersebut mengetahui salah satu kebiasaan almarhum yakni tidur ba'da shubuh. Namun, atas izin Allah, saat itu Habib Ja'far terlihat sedang menunggu kedatangan Habib Umar. Setelah dipersilahkan masuk, Habib Ja'far memberikan telur ayam yang masih kotor dan terdapat lumuran darah ayam. Setelah itu, Habib Ja'far memerintahkannya untuk membersihkan telur tersebut dan meminum isinya. "Jadi di sebelah rumah anak Habib Ja’far itu ada kandang ayam. Jadi mau ambil telur itu bebas. Nah, biasanya ketika saya bertamu, disajikan telur yang sudah matang. Nah kali ini, saya diberi jamuan telur mentah. Saya kaget ada apa. Lalu setelah dibersihkan, Habib Ja'far menyuruh saya untuk meminum telur tersebut. 'Nguntal Ndog' begitu dawuhnya kala itu," kenang Habib Umar. Setelah melalukan perintah Habib Ja'far, Habib Umar segera berangkat menuju lokasi pengajian. Sesampainya di lokasi tersebut, tiba-tiba ada seorang fulan yang menyampaikan pernikahan keponakannya yang berstatus syarifah. "Salam Bib, Saya Fulan dari Jepara, Insyaallah bulan depan keponakan saya akan menikah Bib. Dan calonnya adalah sayyid," terangnya. Mendengar hal itu, Habib Umar terlihat antusias. "Di mana saat ini calonnya? Bisa bertemu? Sekalian kenalan,” ucapnya. Ternyata, calon suami dari syarifah tersebut bukan golongan sayyid. Hal ini diketahui oleh Habib Umar karena sudah mengenal ayah hingga kakeknya yang tidak bernasab sayyid. Melihat hal tersebut, Habib Umar marah dan menyampaikan perihal calon suami syarifah yang mengaku sayyid. Selepas mengisi pengajian, Habib Umar segera bergegas ke rumah Habib Ja'far. Betapa kagetnya Habib Umar saat melihat Habib Ja'far sudah siap sedia di depan rumah sembari tersenyum dan berkata, "Bagaimana sudah diuntal ndognya,” ujarnya. Editor Syaifullah Posting terkait KAROMAH YANG LUAR BIASA BELIAU HABIB JA’FAR AL-KAFF KUDUS JATENG Habib Husain dari Tuban mengisahkan yang intinya “Beliau Habib Ja’far adalah WALI JADAB, beliau pernah menginap di rumah istri saya selama 8 bulan, dan memang kelihatannya beliau gak pernah sholat dan orang orang kampung mengetahui dan mereka menghina Habib Ja’far Al Kaff ” orang NU kok gitu ya, gitu kok di bilang WALI ALLAH ” mungkin karena mereka taunya dianggap gak sholat. Maka orang yang menghina penasaran dan ngecek langsung di rumah istri saya pas waktu subuh, dan kamar rumah istri saya itu banyak, maka di bukalah pintunya dan terlihat Habib Ja’far masih tidur dalam arti gak sholat subuh dan dia berkata ” gini kok di bilang WALI ” Setelah itu dia membuka kamar yang lain, dan dia kaget ternyata ada Habib Ja’far lagi membaca AL-QUR’AN dan dia membuka kamar lain lagi dan ternyata ada Habib Ja’far lagi sholat, dan dia membuka kamar lagi sampai 7 kamar ada Habib Ja’far semua, jadi beliau ada 7 ” SUBHANALLAH…… dan ada seorang teman sekolah waktu dulu di MTS bercerita ” dulu pas waktu pulang sekolah itu dalam keadaan hujan yang sangat deras sekali, beliau Habib Ja’far membawa payung dan beliau ingin pulang sekolah, payungnya gak di buka, tetapi payungnya di angkat dan di acungkan ke atas langit langsung seketika hujan pun berhenti ” SUBHANALAH….. dan dalam do’a beliau ketika waktu pengajian maulid NABI MUHAMMAD SAW. / HAUL, beliau menyebut nama2 WALI2 ALLAH banyak sekali, Sunan Kali Jaga Sunan Muria Sunan Kudus mbah hamid pasuruan mbah Hamid kajoran , Habib Muhammad bin Hamid dll. Banyak sekali Beliau berkata ” Wali wali di kasih al-fatihah itu pada dateng ke sini, hemmmm…..baunya wangi kayu gaharu baunya Sunan Muria, datang ke sini ” Dan beliau berkata ” dulu abahku ayahnya yaitu Habib Muhammad bin Hamid pernah bilang ke saya ” far ” ” Apa ” jawab beliau. Halaman 1 2

karomah habib ja far